Selasa, 02 Juli 2013

Teknologi terkini Perangkat Keras Pendukung Game

Diposting oleh ananda bunga di 21.20 0 komentar

Ini Dia PC Gaming 'Pelahap' Semua Game



 Masalah yang paling dihindari para gamer pastinya adalah 'sensasi patah-patah' saat memainkan game, karena hal tersebut akan sangat mengganggu kala memainkan game.


Hal tersebut biasanya terjadi lantaran kartu grafis atau perangkat keras pendukungnya memiliki performa yang tidak dapat mengakomodir game yang sedang dimainkan.

Untuk menghindari 'sensasi patah-patah' tersebut, dengan mengusung seri Republic of Gamers (ROG), Asus menyodorkan produk yang dikhususkan untuk gamer ataupun techie yang menginginkan performa terbaik pada komputernya.

Seri ROG merupakan keluarga PC spesial dari sang vendor asal Taiwan. Perangkat berlabel ROG memiliki spesifikasi tinggi dari kelasnya masing-masing, seperti kartu grafis, mainboard, bahkan sound card.

Nah, bagaimana bila seluruh perangkat keras dengan spesifikasi tinggi di kelasnya tersebut digabungkan dalam sebuah komputer desktop? Seri ROG CG8580 mungkin bisa menjadi jawabannya. Berikut sensasi produk desktop gaming seharga USD 3.999 besutan Asus ini.

1. Tampilan Gahar


Desktop Gaming ini datang dengan tampang gahar dengan warna hitam yang diusungnya. Ditambah lagi logo ROG di depannya yang makin memperkuat karakternya sebagai PC gaming.

Dilengkapi dengan 4 buah port USB yang mana 2 port di antaranya adalah port USB 3.0, yang akan ditemukan pada bagian atas casing yang diapit oleh tombol power dan tombol speed.

Di balik logo ROGG yang dapat digeser ke bawah akan terlihat sebuah Bluray drive, slot card reader dan sebuah slot hardisk hot-swap yang dapat dimasuki oleh harddsk berukuran 3,5 inch yang menggunakan interface SATA.

2. Mouse Futuristik dan Keyboard Mekanik


Desktop gaming ini tidak lupa menyertakan mouse gaming yang berbentuk tidak kalah sangar. Apalagi ditambah dengan penambahan lampu LED warna merah sehingga memperkuat kesan futuristiknya.

Mouse gaming ini dilengkapi hingga 6 tombol yang akan memudahkan gamer dalam memainkan game kesukaannya. Selain itu, ia juga memiliki tingkat berat yang dapat dikustomisasi hingga 5 level.

Keyboard gaming yang disertakan bersama mouse juga sudah mengadopsi sistem mekanik sehingga menjamin daya tahan tombol yang lebih kuat walaupun sering digunakan.

Akibat penggunaan sistem mekanis, bobot keyboard gaming ini pun cenderung berat sehingga lebih solid dalam posisinya yang dapat menghindari kemungkinan tergesernya keyboard dari posisinya yang dapat mengganggu gamer saat bermain game.

Kredit foto: Asus


3. Spesifikasi Kereen



Spesifikasi yang diusung oleh desktop Gaming CG8580 ini pun tidak main-main. Bayangkan saja? Asus mempersenjatainya dengan prosesor Intel Core i7 3770K berkecepatan 4,2 GHz yang telah berpendingin cairan.

Tak cukup sampai di stu, juga dipasangkan memori DDR3-16000 dengan kapasitas 16 GB. Sedangkan urusan storage, Asus mempercayakan pada dua buah SSD berukuran 128 GB yang telah di-RAID 0, sehingga OS akan mengenalinya seakan hanya satu storege berukuran 256 GB.

Dengan metode RAID 0, kecepatan transfer data akan jauh lebih cepat karena data dibagi dalam dua tempat sehingga kecepatan dalam mengakses data dapat dua kali lebih cepat.

Masih belum cukup dengan dua buah SSD berukuran 128 GB, Asus masih menambahkannya dengan sebuah hardisk berukuran 1 TB dan sebuah BluRay drive.

Guna memanjakan telinga gamer, lagi-lagi perangkat yang disematkan tidak tanggung-tanggung yakni sebuah kartu suara Xonar DX yang ditancapkan pada sebuah mainboard Asus berseri P8Z77-PRO yang dikawal oleh sebuah powersupply bertenaga 700 watt besutan AcBell.

Dari sisi grafis, tersematkan kartu grafis nVidia paling mutakhir yakni GeForce GTX-680 yang diyakini mampu 'melahap' sebagian besar game populer berpenampilan grafis realistis yang beredar saat ini.

4. Tombol Overclocking Instan


Hal menarik lainnya dari CG8580 adalah terdapatnya sebuah tombol bertuliskan speed, yang ternyata berfungsi untuk meng-overclock secara instan prosesor yang diusungnya.

Meski prosesor yang diusungnya secara default telah ter-overclock pada kecepatan 4,2 GHz, melalui tombol speed tersebut pengguna masih dapat meningkatkan lagi kecepatan prosesor hingga 2 tingkat overclock.

Dengan menekan tombol tersebut pertama kali, secara otomatis akan meng-overclock prosesor menjadi 4,4 Ghz, sedangkan dengan menekan tombol tersebut dua kali akan menggeber prosesor lebih tinggi lagi menjadi 4,6 GHz

Dengan hadirnya tombol speed tersebut, user dijamin bisa secara instan untuk mendapatkan tenaga ekstra pada CG8580, sehingga performa yang dihasilkan pun semakin ngebut.


5. Performance Test



Dari hasil performance test yang dilakukan sepertinya telah cukup menunjukkan bahwa desktop gaming CG8580 memiliki performa yang lebih dari cukup untuk menjalankan sebagian besar game 'kelas berat', baik yang saat ini telah beredar maupun yang dalam waktu dekat akan diluncurkan.

Penasaran dengan performa yang dapat dihasilkan oleh CG8580, berikut ini hasil benchmark yang telah dilakukan menggunakan aplikasi 3DMark Vantage. Benchmark ini dilakukan dalam dua variable yakni default dan OC 4,4 GHz.


default 4,2 GHz




overclock 4,4 Ghz


Sumber 
http://sipokameame.blogspot.com/2012/12/ini-dia-pc-gaming-pelahap-semua-game.html

Jumat, 19 April 2013

TUGAS SOFTSKILL 041913 GAME ENGINE

Diposting oleh ananda bunga di 06.15 0 komentar

GAME ENGINE

Game engine adalah sebuah perangkat lunak sistem yang dirancang untuk penciptaan dan pengembangan Video game. Ada banyak game engine yang dirancang untuk bekerja pada konsol permainan video dan sistem operasi desktop, seperti Microsoft Windows, Linux dan MAC OS X. Fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin permainan mencakup mesin render( “renderer”) untuk 2Datau 3D grafis.

Game engine juga sering disebut juga “Game Middleware”. Game Middleware adalah software yang didalamnya sudah terdapat elemen-elemen seperti Tools, System, Console, Support dan Engine code yang dibutuhkan oleh seorang game developer, kebanyakan dari game middleware memberikan fasilitas guna menunjang pengembangan game dengan mudah seperti graphics, sound dan Artificial intelligence.

Jenis-jenis Game Engine

Roll-your-own game engine.

Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine nya sendiri. Ini berarti mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Disisi lain, mereka kadang menggunakan libraries komersil atau malah open source. Terkadang mereka malah membuat semuanya dari nol. Biasanya, game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar tersedia gratis, juga memperbolehkan mereka, para developer, lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya, banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Menara Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine nya, hanya untuk di tulis ulang semuanya dalam beberapa hari penggunaan karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.

Mostly-ready game engines.

Engine engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer / programmer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model dan texture, dan segalanya. Banyak dari mereka yang sudah benar benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Biasanya game engine semacam ini memiliki batasan batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi terlalu banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis, dan masih memungkinkan game engine nya itu sendiri untuk mengoptimalkan kinerja game nya. Banyak dari game engine seperti ini, Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya, yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Hal ini dengan serta merta menyingkat sangat banyak waktu dan jelas, biaya dari para Developer game.

Point-and-click engines.

Engine untuk point-and-click merupakan engine yang sangat amat dibatasi, tapi dibuat sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game mu sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan, dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis, hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan berdaya kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine seperti ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman, dan secepatnya merilis game game mereka.

Macam-macam Game Engine

1. Geme Engine Freeware

OGRE (Object-Oriented Graphics Rendering Engine) merupakan engine yang mendukung 3D Graphic. Merupakan game engine yang fleksibel dalam melakukan 3D Rendering, ditulis dalam bahasa C++ sehingga memudahkan pengembang untuk membangun game yang mendukung 3D Graphics.
Dim3, juga dikenal sebagai Dimensi 3, merupakan freeware open-source 3D game engine untuk Mac OS X diciptakan oleh Brian Barnes. Dim3 ini telah dipilih sebagai staf untuk OS X development software oleh Apple. Dim3 menggunakan OpenGL untuk rendering, OpenAL untuk audio,JavaScript untuk scripting, XML untuk data danSDL untuk resolusi switching dan masukan.
Crystal Space adalah suatu kerangka kerja untuk mengembangkan 3D aplikasi yang ditulis dalam C++ oleh Jorrit Tyberghein dan lain-lain. Rilis publik pertama adalah pada 26 Agustus 1997. Crystal space biasanya digunakan sebagai game engine tetapi kerangka lebih umum dan dapat digunakan untuk setiap jenis visualisasi 3D. Crystal space sangat portabel dan berjalan pada Microsoft Windows, GNU/Linux, Unix dan Mac OS X. Crystal space merupakan freeware, dilisensikan di bawah GNU Lesser General Public License, dan SourceForge.net ‘s Project of the Month untuk Februari 2003. Opsional dapat menggunakan OpenGL (di semua platform), SDL (semua SDL platform), X11 (Unix atau GNU / Linux) dan SVGAlib (GNU / Linux). Ini dapat juga secara opsional menggunakan rutin assembler menggunakan NASM dan MMX
2. Game Engine License

Crystal Tools adalah mesin permainan yang diciptakan oleh Jepang berbasis RPG. Awalnya berjudul, “White Engine”, itu nama dalam proses pembangunan Final Fantasy XIII dan Final Fantasy Versus XIII. Game engine ini telah dibangun secara khusus untuk membuat game generasi ketujuh. Game eingine ini awalnya direncanakan untuk digunakan dengan Playstation 2, ketika bertukar ke PS3. Tetsuya Nomura, seorang karyawan terkenal Square Enix, telah menyatakan ‘Swapping dari PS2 ke PS3 jauh lebih sulit dari PS1 ke PS2.
DX Studio adalah tool pengembangan terintegrasi lengkap untuk penciptaan 3D video game, simulasi real-time atau aplikasi interaktif baik untuk digunakan pada Web Based, Microsoft Office atau Visual Studio. DX Studio dihasilkan oleh Worldweaver Ltd, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1996 oleh Chris Sterling untuk mengembangkan PC game dan high-end aplikasi SIG bisnis. Pengembangan DX Studio dimulai pada 2002 dan versi pertama diluncurkan ke pasar pada tahun 2005 . Sejak saat itu basis pengguna DX Studio telah berkembang menjadi sekitar 30.000 di seluruh dunia.
Truevision3D Merupakan game engine 3D yang dibangun dengan menggunakan visual basic 6 dan C++ dengan menggunakan Microsoft Directx API. Mulai versi 6.5, engine ini menggunakan direct 9 dan shader support, serta ditulis ulang menggunakan C++. Sampai perkembangan terbaru, belum ada wacana untuk mengembangkannya untuk mendukung penggunaan directx9 serta Microsoft XNA.
Perbandingan game engine Trivision3D dengan Dim3

Truvision3D Merupakan game engine 3D yang dibangun dengan menggunakan visual basic 6 dan C++ dengan menggunakan Microsoft Directx API. Game engine ini disertakan dengan SDK adalah beberapa alat untuk membantu mempercepat pembangunan: sebuah shader editor, model viewer, plugin untuk mengekspor berbagai model perangkat lunak (3D Studio Max, Maya, dan Milkshape saat ini) dan efek partikel editor. Karena 6,5 versi TV3D tidak lagi mendukung format mesh ketinggalan jaman, banyak converter juga tersedia. Seorang pejabat atau peta dunia editor saat ini tidak direncanakan karena menghambat pengguna akhir, karena tidak ada cara seorang editor dapat digunakan untuk setiap proyek mesin ini digunakan untuk. Lebih jauh lagi, TV3D adalah mesin 3D, bukan mesin permainan, dan editor resmi akan membatasi terlalu banyak. Namun, ada beberapa peta yang diciptakan pengguna-editor yang tersedia. TrueVision3D bebas menggunakan selama pengguna tidak keberatan sebuah logo di sudut viewport rendering. Untuk menghapus logo dan menerbitkan sebuah proyek komersial, izin harus diperoleh.Saat ini, biaya adalah $ 150 untuk satu lisensi judul, $ 500 untuk lisensi multi-title. Sebuah sumber dapat dibeli lisensi untuk harga belum diungkapkan. Sedangkan Dim3, juga dikenal sebagai Dimensi 3, merupakan freeware open-source 3D game engine untuk Mac OS X diciptakan oleh Brian Barnes. Dim3 menggunakan OpenGL untuk rendering, OpenAL untuk audio, JavaScript untuk scripting, XML untuk data dan SDL untuk resolusi switching dan masukan. Dim3 mencakup tiga aplikasi: Engine, Editor, dan Animator.

Engine adalah penggelaran aplikasi yang berjalan di dim3 game yang dibuat. Permainan (atau “proyek”) cross-platform dan hanya membutuhkan mesin yang tepat untuk dijalankan pada platform yang tepat. Mesin ini membuat berjalan di Mac OS X dan juga pada Microsoft Windows dan Linux (meskipun port Linux ketinggalan jaman.) Editor digunakan untuk menciptakan Levels (video game) dengan mengimpor berbagai model 3D ke dalamnya. Editor mampu per-pixel pencahayaan, bump dan specular mapping, real-time pencahayaan dan / atau dipanggang pencahayaan, partikel dan efek khusus lainnya, kerangka animasi, dan kustomisasi melalui javascript.Animator digunakan untuk menambahkan animasi dan efek loop untuk model yang digunakan dengan dim3. The Animator digunakan untuk menambah tulang, setup poses untuk tulang, dan untuk menggabungkan pose mereka ke animasi. The Animator menggunakan animasi kerangka sistem. Hal ini membuat gerakan karakter sederhana namun sangat realistis. The Animator, maupun mesin, yang mampu melakukan boneka fisika (kemampuan simulasi fisika hampir tidak ada). Sebuah folder data, mewakili permainan, berisi semua peta, model, karya seni, suara, dan skrip yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah permainan di dim3. Setiap permainan yang terkandung dalam diri hingga 3 data folder, walaupun hanya satu yang benar-benar diperlukan. Sebuah demonstrasi “permainan” akan ditambahkan ke dim3, meskipun tidak benar-benar sebuah permainan dalam dirinya sendiri, tetapi sebagian besar menunjukkan kemampuan mesin.

http://ismetsaja.wordpress.com/game-teknologi/analisa-game-engine/

Jumat, 29 Maret 2013

sound card

Diposting oleh ananda bunga di 23.16 0 komentar

TUGAS PENGANTAR TEKNOLOGI GAME
ANANDA BUNGA FIRDAUSI
59410465
3IA16

SOUND CARD
Sound Card adalah perangkat keras computer yang berfungsi untuk mengolah data berupa audio atau suara. Sound Card dibedakan menjadi dua jenis berdarsarkan fisiknya. Sound card memiliki format tata suara yang mendukung system keluaran suara, misalnya sound yang memiliki 4 chanel harus menggunakan speaker aktif dengan 4 speaker dan 1 subwover untuk mendapatkan hasil yang optimal. 
Sound Card merupakan Salah satu komponen multimedia yang tentu saja berperan adalah sound card atau kartu suara. Disebut demikian karena perangkat yang berbentuk sebuah lempengan PCB ini mampu mengolah dan menghasilkan suara. Sebuah sound card memiliki output yang harus terhubung ke speaker.
Sound card, juga sering disebut audio card, adalah periferal yang terhubung ke slot ISA atau PCI pada motherboard, yang memungkinkan komputer untuk memasukkan input, memproses dan menghantarkan data berupa suara. Sound card adalah sebuah komponen pada komputer yang merubah file suara menjadi suara atau musik. Tanpa sebuah sound card maka komputer tidak akan mampu memainkan lagu MP3 favorit kita atau suara danmusik yang menjadi sebuah background sebuah game atau film.
Sound Card memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai synthesizer, sebagai MIDI interface, pengonversi data analog ke digital (misalnya merekam suara dari mikrofon) dan pengkonversi data digital ke bentuk analog (misalnya saat memproduksi suara dari spiker). Dan biasanya terdapat pada komputer-komputer yang bercirikan Multimedia, misalnya : komposisi musik, mengedit video atau audio, persentasi, dan game.
Berikut rincian fungsi utama dari kartu suara yaitu:
1.  Synthesizer/Sintesis (generasi suara dari sinyal digital) Melalui teknologi frequency modulation (FM) atau Sintesa lewat FM adalah cara yang paling efektif untuk menghasilkan suara yang jernih. Suara disimulasikan dengan menggunakan bilangan algoritma untuk menghasilkan sine wave, alias gelombang yang lentur sehingga menghasilkan suara yang mirip suara sumber aslinya. Misalnya, suara denting gitar akan disimulasikan dan hasilnya akan mendekati suara aslinya
2.  MIDI (Musical Instrument Digital Interface: standar protokol yang memungkinkan perangkat elektronik berkomunikasi, kontrol dan sinkronisasi satu sama lainnya. Dengan kata lain, MIDI memungkinkan pertukaran data sistem)
3.  Analog-ke-digital converter (misalnya mengubah masukan sinyal analog suara dari mikrofon ke mode digital)
4.  Digital-ke-analog converter (misalnya reconverts digital ke sinyal output sinyal analog)
 

haha hihi my life Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez